﷯ ﷯﷯﷯﷯﷯﷯﷯﷯﷯﷯﷯﷯﷯﷯﷯﷯﷯﷯﷯ ﷯﷯﷯﷯Easy Install Instructions:﷯﷯﷯1. Copy the Code﷯﷯2. Log in to your Blogger account
and go to "Manage Layout" from the Blogger Dashboard﷯﷯3. Click on the "Edit HTML" tab.﷯﷯4. Delete the code already in the "Edit Template" box and paste the new code in.﷯﷯5. Click "S BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS ?

Wednesday, June 17, 2009

Hukum perempuan HAIDH menetap atau duduk dlm masjid

Assalamualaikum ww...Herm...sebenarnya sy terpanggil untuk menulis tentang apakah hukum perempuan yg sedang dlm keadaan hadas besar masuk dan duduk dlm masjid...bukannya apa...kadang2 2 hairan jugak dh tau kita dlm keadaan x suci kenapa masih boleh masuk ke rumah Allah yang Mulia ini...espicially yg sy nmpak sendiri la kt Masjid UKM ni...hemmm..tambah2 lg time2 exam..lg la...siap berkampung lg.menjadi kebiasaan sy untuk tidur kt masjid time exam,bukannya apa senang ckit nk concentrate..apa yang sy perhatikan ramai yg buat mcm 2 ada basic agama..( FPI dll ) bukan nk mencari kesalahan tp hukum tetap hukum..klu kita bermazhab syafie kita ikutlah cara kita...maafla klu sy tersilap..kadang2 sy pula naik confius nk tegur pasal ni.rasa cam nak bawak je buku fiqh syafie 2 ke mana2 senang ckit klu ada org bangkang kita tunjukkanla bukti...tp sy kena yakin gak dgn ilmu yg sy blajar..ye la nk tegur pon takut gak sbb yg bt 2 ada yg pakai tudung labuh n berjubah lg...sebenarnya klu dlm keadaan haidh kita tidak boleh menetap dlm masjid tp klu nak melalui sj blh dipertimbangkan lg...kt bawah ni sy nk paparkan soal jawab tentang perkara ini...moga Allah mengampuni segala dosa2 kita...Amin...

Bolehkah seseorang yang sedang haidh menghadiri pengajian di masjid ?
Jawab :
Seorang perempuan yang dalam keadaan haidh tidak boleh berdiam di masjid. Adapun jika sekedar melewati masjid maka tidak apa-apa, dengan syarat aman dari mengotori masjid tersebut dengan darah yang mungkin keluar, oleh karena itu, apabila tidak boleh baginya untuk berdiam di masjid, maka tidak boleh baginya untuk pergi ( ke masjid ) untuk mendengarkan ceramah atau bacaan al-Qur'an kecuali ada tempat khusus di luar masjid yang dapat sampai suara penceramah atau pembaca al-Qur'an dengan pengeras suara, maka tidak apa-apa baginya untuk duduk di tempat tersebut untuk mendengarkan dzikir ( al-Qur'an dll. Pent.) karena boleh bagi perempuan ( yang haidh ) mendengarkan dzikir dan bacaan al-Qur'an sebagaimana riwayat yang shahih dari bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berpangku di pangkuan Aisyah radhiyallahu 'anha dan membaca al-Qur'an sedang Aisyah dalam keadaan haidh, adapun jika perempuan yang haidh itu bersengaja pergi ke masjid untuk berdiam di masjid tersebut untuk mendengarkan dzikir dan bacaan maka yang sedemikian itu tidak boleh, dan oleh karena itu ketika sampai berita kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada haji wada' bahwa Shofiyah sedang haidh, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata : Apakah ia menghalangi kita ? Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mengira bahwa dia belum melakukan thawaf ifadhah, maka para shahabat berkata : Sesungguhnya dia telah melaksanakan thawaf ifadhah, hal ini menunjukkan bahwa tidak boleh bagi wanita yang sedang haidh untuk berdiam di masjid walaupun untuk melakukan ibadah. Dan dalam hadits shahih bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kaum wanita untuk keluar ke tampat shalat pada hari raya untuk shalat dan berdzikir dan memerintahkan yang sedang haidh untuk menjauhi tempat shalat. Fatwa Syaikh Utsaimin dalam buku Fatawal mar'ah muslimah, Jld. I hal. 288


1 comments:

tie said...

salam, bagus isu ni....